Praktek Umum Mahasiswa Kehutanan Pada Taman Nasional Manusela Resort Masihulan

PERJALANAN DARI AMBON MENUJU TN. MANUSELA RESORT MASIHULAN

Pada tanggal 19 Juli 2022, Mahasiswa Praktek Umum (PU) melakukan perjalanan dari Ambon menuju lokasi Praktek, perjalanan ini dimulai jam 05.00 WIT berkumpul pada Terminal Transit Passo, pangkalan Bus Ambon-Bula. Selanjutnya menuju Pelabuhan Hunimua Liang dan tiba pada pukul 09.00 WIT. Selama perjalanan, terjadi sedikit hambatan pada roda/ban bus, namun hal tersebut tidak menghambat perjalanan mereka menuju Lokasi Praktek Umum.

Kemudian, mahasiswa melanjutkan perjalanan menggunakan Kapal Ferry menempuh waktu ±2 jam, dan tiba di Pelabuhan Waipirit pada pukul 11.30 WIT. Perjalanan dilanjutkan dengan bus dan 10 menit kemudian melakukan pemberhentian pertama di Desa Hatusua untuk sarapan pagi (minum teh dan makan roti) bersama dosen pendamping. Perjalanan selanjutnya memakan waktu selama ±5 jam menuju pemberhentian ke 2 yaitu Rumah Makan Hatusaka untuk istirahat sebentar dan makan sore bersama.

Sekitar pukul 17.30 WIT melanjutkan perjalanan menuju Resort Masihulan. Bus berhenti pada Resort Masihulan tepat pada pukul 19.00 WIT disambut oleh Kepala Resort dan Penjaga Resort Masihulan. Perjalanan menuju lokasi praktek Taman Nasional Manusela Resort Masihulan dari Ambon menelan waktu ±12 jam perjalanan dengan menggunakan transportasi darat dan laut.

PELAKSANAAN KEGIATAN DI LAPANGAN

Kegiatan pertama yang dilakukan ialah kegiatan observasi sejauh ± 2 km dari resort mulai pada pukul 08.57 WIT. Mahasiswa didampingi staf Balai Taman Nasional Manusela melakukan observasi jenis Kupu-Kupu dan pakannya, satwa burung dan jenis tanaman hias endemik pulau seram (Begonia), dalam kegiatan ini didapatkan beberapa data dengan pemotretan dan mencatat data selama kegiatan observasi.

Selanjutnya, melakukan pengamatan burung lebih jauh ke dalam hutan dengan jarak 2 km mulai dari pukul 07.16 WIT-selesai, dengan pengambilan data menggunakan Tally Sheet. Kegiatan pengamatan satwa Burung dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis Burung dengan menggunakan 2 metode yaitu, metode IPA dan metode acak. Pengambilan data  melalui pemotretan Burung sepanjang jalur pengamatan di dalam Kawasan Wilayah Kerja Resort Masihulan. Pengamatan ini dilakukan secara berulang sebanyak 4 kali.

Berikutnya, dilakukan pengamatan Kus-Kus mulai dari pukul 20.56 WIT- selesai. Dengan menggunakan bantuan senter, kamera dan alat tulis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pakan Kus-Kus dengan menggunakan metode jalur tracking sejauh ±2 km di dalam Kawasan Wilayah Kerja Resort Masihulan. Pengamatan ini dilakukan secara berulang sebanyak 3 kali.

Kegiatan hari berikutnya adalah pengamatan jenis Kupu-Kupu dengan tujuan untuk mengetahui jenis kupu-kupu di wilayah Resort Masihulan. Pengambilan data melalui pemotretan jenis kupu-kupu di sepanjang jalur pengamatan dan di sekitar Resort Masihulan. Pengamatan ini kami lakukan secara acak dan berulang mulai dari pukul 08.57 WIT.

Kegiatan selanjutnya, ialah kegiatan wawancara dengan salah satu pemilik objek wisata minat khusus (Bird Watching) dan memiliki Home Stay yang letaknya berada di salah satu desa penyangga, yaitu Desa Masihulan.

Semua kegiatan yang kami lakukan didampingi langsung oleh Kepala Resort Masihulan dan ketiga Petugas lainnya.

KEGIATAN REFRESHING/HIBURAN

Untuk menghilangkan kejenuhan dalam pelaksanaan praktek umum yang dilakukan, mahasiswa melakukan kegiatan refreshing sekaligus melihat potensi wisata yang ada di sekitar Taman Nasional Manusela yaitu Ora Beach, Air Belanda, Tebing Hatusupun dan Keramba Cinta.

Kesan mahasiswa yang melakukan praktek umum di Taman Nasional Manusela Resort Masihulan adalah mereka mendapat pengalaman baru mengenai perbedaan pembelajaran antara teori pada bangku kuliah dengan praktek langsung di lapangan lebih mudah dimengerti. Pengalaman selanjutnya adalah penemuan jenis satwa endemik di Pulau Seram serta kondisi alam yang menantang dengan medan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Penemuan jenis-jenis tersebut berupa kupu-kupu Goliath dengan nama lokal Kupu-Kupu Sayap Burung. Dimana kupu-kupu tersebut memiliki rentang sayap yang sangat besar (26 cm) dan kekuatan kepakan sayap yang tampak jelas berbeda dari kupu-kupu pada umumnya. Selain itu, ditemukan juga jenis satwa burung yang belum pernah dilihat mahasiswa sebelumnya yaitu Kakatua Maluku, Nuri Kepala Hitam, Nuri Pipi Merah, Julang Irian, Brinji Emas, Raja Perling Seram dan Elang Bondol bahkan juga menemukan tanaman hias jenis Begonia yang merupakan jenis tanaman endemik Pulau Seram.

MAHASISWA YANG MELAKUKAN PRAKTEK PADA LOKASI TAMAN NASIONAL MANUSELA RESORT MASIHULAN :

  1. RITA UTAMI BR GINTING (201980001)
  2. FITRI RAMDANIA SLAMAT (201980007)
  3. AGRECIA BERWULO (201980008)
  4. ANDIKA TJIO (201980016)
  5. YOANI NATALIA RIRIASSA (201980019)
  6. SETIANI BR GINTING (201980022)
  7. PRETTY KUNU (201980029)
  8. RISANO LATUCONSINA (201980054)
  9. NURHAFSA BASAHONA (201980060)
  10. MAXEL TJOA (201980067)
  11. ALICIA GRENID LUSSY
  12. NUR ILHAM RAHAWARIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *