Kuliah Umum Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Kuliah Umum Semester Ganjil Tahun 2022-2023 berlangsung pada tanggal 13 Oktober 2022 bertempat di Gedung “Merah Hijau” Jurusan Kehutanan UNPATTI, Bertemakan “Kolaborasi antar Pentahehix Menuju Keberlanjutan Kota Ambon”, Panitia pelaksana menghadirkan Narasumber Pertama, Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si (Sekretaris Kota Ambon) dan Narasumber Kedua, Ir Ronny Loppies, MScF ( Fokal Point Of Unesco, Direktur Ambon Musik Office, Dosen Jurusan Kehutanan).

Bpk. Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si (Sekretaris Kota Ambon) membawakan materi kuliah tentang Reformasi Birokrasi dalam pemerintahan. Beliau menceritakan pengalaman sebelumnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain memberikan materi kuliah umum, Bpk. Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si memberikan nasehat dan tips kepada para mahasiswa yaitu bagaimana cara menghadapi seorang dosen.

Pemateri kedua adalah Bpk Ir Ronny Loppies, MScF yang membawakan kuliah tentang Aktivasi Ambon City Of Music. Dalam kuliah ini Bpk Ir Ronny Loppies, MScF menyampaikan gagasan pembangunan daerah perkotaan dengan memperhatikan prinsip-prinsip lingkungan dan pengembangan industri kreatif.


Kuliah diikuti oleh seluruh civitas Akademika Jurusan Kehutanan (Dosen, Pegawai dan Mahasiswa) dan diakhiri dengan pemberian Piagam dan Cendramata antara pihak Fakultas dan Jurusan terhadap kedua Narasumber.

Penandatanganan Kerjasama antara BKSDA Maluku dan Fakultas Pertanian, UNPATTI.

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untu menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja.
Program MBKM menghadirkan formula baru dalam dunia pendidikan, dimana setiap mahasiswa berhak merdeka dalam belajar, menentukan tujuan keilmuan dan masa depan yang diharapkan serta mampu menghadirkan kemandirian dalam berusaha dan berupaya setelah tamat.

Program MBKM yang ditawarkan oleh Kementerian pendidikan, terdiri dari: Indonesia International Student Mobality Awards, Kampus Mengajar, Membangun Desa (KKN Tematik), Pejuang Muda Kampus Merdeka, pertukaran Mahasiswa Merdeka, Proyek kemanusiaan, Riset atau penelitian, Studi Independen, Wirausaha merdeka, dan Program Magam. Dari sekian program MBKM yang ditawarkan, Program Magam Mahasiswa merupakan salah satu program yang diusahakan oleh Program Studi Kehutanan, Jurusan Kehutanan Universitas Pattimura.


Pada Hari Senin 26 September 2022, dalam rangka mengimplementasi terselenggaranya program MBKM Maka Program Studi Kehutanan menyaksikan Penandatanganan Kerjasama antara Balai Konservasi Sumberdaya Alam Maluku Bapak Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M. Si Pihak Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Prof. Dr. Ir. A. E. Pattiselano, M.Si.

Kesepakatan kerjasama tersebut memuat dukungan Balai KSDA Maluku terhadap Fakultas Pertanian-Universitas Pattimura dan juga sebaliknya melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam program MBKM tersebut, mahasiswa dapat melakukan magang, riset/penelitian, studi, ataupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di kawasan konservasi lingkup Provinsi Maluku dengan tujuan mendukung ketersediaan data dan informasi yang dibutuhkan oleh pihak balai KSDA, sekaligus dukungan balik untuk suksesnya program Belajar mengajar di Fakultas Pertanian Universitas Pattimura dapat terlaksana.

Praktek Umum Mahasiswa Kehutanan Pada Taman Nasional Manusela Resort Masihulan

PERJALANAN DARI AMBON MENUJU TN. MANUSELA RESORT MASIHULAN

Pada tanggal 19 Juli 2022, Mahasiswa Praktek Umum (PU) melakukan perjalanan dari Ambon menuju lokasi Praktek, perjalanan ini dimulai jam 05.00 WIT berkumpul pada Terminal Transit Passo, pangkalan Bus Ambon-Bula. Selanjutnya menuju Pelabuhan Hunimua Liang dan tiba pada pukul 09.00 WIT. Selama perjalanan, terjadi sedikit hambatan pada roda/ban bus, namun hal tersebut tidak menghambat perjalanan mereka menuju Lokasi Praktek Umum.

Kemudian, mahasiswa melanjutkan perjalanan menggunakan Kapal Ferry menempuh waktu ±2 jam, dan tiba di Pelabuhan Waipirit pada pukul 11.30 WIT. Perjalanan dilanjutkan dengan bus dan 10 menit kemudian melakukan pemberhentian pertama di Desa Hatusua untuk sarapan pagi (minum teh dan makan roti) bersama dosen pendamping. Perjalanan selanjutnya memakan waktu selama ±5 jam menuju pemberhentian ke 2 yaitu Rumah Makan Hatusaka untuk istirahat sebentar dan makan sore bersama.

Sekitar pukul 17.30 WIT melanjutkan perjalanan menuju Resort Masihulan. Bus berhenti pada Resort Masihulan tepat pada pukul 19.00 WIT disambut oleh Kepala Resort dan Penjaga Resort Masihulan. Perjalanan menuju lokasi praktek Taman Nasional Manusela Resort Masihulan dari Ambon menelan waktu ±12 jam perjalanan dengan menggunakan transportasi darat dan laut.

PELAKSANAAN KEGIATAN DI LAPANGAN

Kegiatan pertama yang dilakukan ialah kegiatan observasi sejauh ± 2 km dari resort mulai pada pukul 08.57 WIT. Mahasiswa didampingi staf Balai Taman Nasional Manusela melakukan observasi jenis Kupu-Kupu dan pakannya, satwa burung dan jenis tanaman hias endemik pulau seram (Begonia), dalam kegiatan ini didapatkan beberapa data dengan pemotretan dan mencatat data selama kegiatan observasi.

Selanjutnya, melakukan pengamatan burung lebih jauh ke dalam hutan dengan jarak 2 km mulai dari pukul 07.16 WIT-selesai, dengan pengambilan data menggunakan Tally Sheet. Kegiatan pengamatan satwa Burung dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis Burung dengan menggunakan 2 metode yaitu, metode IPA dan metode acak. Pengambilan data  melalui pemotretan Burung sepanjang jalur pengamatan di dalam Kawasan Wilayah Kerja Resort Masihulan. Pengamatan ini dilakukan secara berulang sebanyak 4 kali.

Berikutnya, dilakukan pengamatan Kus-Kus mulai dari pukul 20.56 WIT- selesai. Dengan menggunakan bantuan senter, kamera dan alat tulis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pakan Kus-Kus dengan menggunakan metode jalur tracking sejauh ±2 km di dalam Kawasan Wilayah Kerja Resort Masihulan. Pengamatan ini dilakukan secara berulang sebanyak 3 kali.

Kegiatan hari berikutnya adalah pengamatan jenis Kupu-Kupu dengan tujuan untuk mengetahui jenis kupu-kupu di wilayah Resort Masihulan. Pengambilan data melalui pemotretan jenis kupu-kupu di sepanjang jalur pengamatan dan di sekitar Resort Masihulan. Pengamatan ini kami lakukan secara acak dan berulang mulai dari pukul 08.57 WIT.

Kegiatan selanjutnya, ialah kegiatan wawancara dengan salah satu pemilik objek wisata minat khusus (Bird Watching) dan memiliki Home Stay yang letaknya berada di salah satu desa penyangga, yaitu Desa Masihulan.

Semua kegiatan yang kami lakukan didampingi langsung oleh Kepala Resort Masihulan dan ketiga Petugas lainnya.

KEGIATAN REFRESHING/HIBURAN

Untuk menghilangkan kejenuhan dalam pelaksanaan praktek umum yang dilakukan, mahasiswa melakukan kegiatan refreshing sekaligus melihat potensi wisata yang ada di sekitar Taman Nasional Manusela yaitu Ora Beach, Air Belanda, Tebing Hatusupun dan Keramba Cinta.

Kesan mahasiswa yang melakukan praktek umum di Taman Nasional Manusela Resort Masihulan adalah mereka mendapat pengalaman baru mengenai perbedaan pembelajaran antara teori pada bangku kuliah dengan praktek langsung di lapangan lebih mudah dimengerti. Pengalaman selanjutnya adalah penemuan jenis satwa endemik di Pulau Seram serta kondisi alam yang menantang dengan medan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Penemuan jenis-jenis tersebut berupa kupu-kupu Goliath dengan nama lokal Kupu-Kupu Sayap Burung. Dimana kupu-kupu tersebut memiliki rentang sayap yang sangat besar (26 cm) dan kekuatan kepakan sayap yang tampak jelas berbeda dari kupu-kupu pada umumnya. Selain itu, ditemukan juga jenis satwa burung yang belum pernah dilihat mahasiswa sebelumnya yaitu Kakatua Maluku, Nuri Kepala Hitam, Nuri Pipi Merah, Julang Irian, Brinji Emas, Raja Perling Seram dan Elang Bondol bahkan juga menemukan tanaman hias jenis Begonia yang merupakan jenis tanaman endemik Pulau Seram.

MAHASISWA YANG MELAKUKAN PRAKTEK PADA LOKASI TAMAN NASIONAL MANUSELA RESORT MASIHULAN :

  1. RITA UTAMI BR GINTING (201980001)
  2. FITRI RAMDANIA SLAMAT (201980007)
  3. AGRECIA BERWULO (201980008)
  4. ANDIKA TJIO (201980016)
  5. YOANI NATALIA RIRIASSA (201980019)
  6. SETIANI BR GINTING (201980022)
  7. PRETTY KUNU (201980029)
  8. RISANO LATUCONSINA (201980054)
  9. NURHAFSA BASAHONA (201980060)
  10. MAXEL TJOA (201980067)
  11. ALICIA GRENID LUSSY
  12. NUR ILHAM RAHAWARIN

Program Studi Pengelolaan Hutan merupakan Prodi Baru pada Jurusan Kehutanan. Universitas Pattimura.

Program Studi Pengelolaan Hutan merupakan Program Studi baru pada Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Program Studi ini berdiri berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Ri Nomor 344/E/O/2022. Dengan disetujuinya pembentukan Program Studi Pengelolaan Hutan pada Jurusan Kehutanan maka Jurusan Kehutanan saat ini memiliki 3 (tiga) Program Studi, yaitu:
1. Program Studi Kehutanan
2. Program Studi Ilmu Lingkungan
3. Program Studi Pengelolaan Hutan

Pada Tahun Ajaran 2022/2023 Semester Ganjil, Program Studi Pengelolaan membuka penerimaan mahasiswa baru.

Staf Pengajar Program Studi Pengelolaan Hutan adalah sebagai berikut.

  1. T. E. Siahaya, S.Hut, MP
  2. Boreel, S.Hut., MSi
  3. Dr. Y. T. Latupapua, S.Hut., MP
  4. Ir. T. M. Silaya, S.Hut., MP
  5. Marthina Tjoa, S.Hut., MP
  6. Dr. Ir.Rohny S. Maail, S.Hut., M.Si, IPU
  7. L.Siahaya, S.Hut., MP
  8. L. Latupapua,  S.Hut., MP
  9. F. F. Tetelay, S.Hut., MP

Pembekalan Praktek Umum Mahasiswa Kehutanan Tahun 2022

Kegiatan Pembekalan Praktek Umum Mahasiswa Kehutanan Tahun 2022 dilakukan pada tanggal 13 -14 Juli 2022, bertempat di Ruang Rapat Jurusan Kehutanan UNPATTI. Praktek Umum merupakan salah satu tahapan Akademik yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Kehutanan UNPATTI pada semester antara yakni peralihan dari semester VI dan VII sebagai wujud aplikasi ilmu dan pengetahuan dari mata Kuliah yang telah diperoleh dalam jenjang semesteran perkuliahan.

Praktek Umum lebih ditekankan pada bagaimana mahasiswa mampu bekerja di lapangan, mampu berkoordinasi, mampu berkolaborasi baik dengan sesama mahasiswa, mahasiswa dengan dosen pembimbing dan panitia Praktek Umum, maupun antara mahasiswa dengan Instansi pemerintah atau swasta tempat mahasiswa melaksanakan Praktek Umum.

Kegiatan Pembekalan dilaksanakan dengan koordinasi Panitia Praktek Umum yang diketuai oleh Bapak Dr. Irwanto, S.Hut, MP dan diikuti oleh mahasiswa selama 2 Hari, dengan menghadirkan Narasumber diantaranya: Dr. Ir. P. P. E Papilaya, MScF (Matieri tentang Perencanaan Hutan dan Sistem Informasi Geografis), F. F. Tetelay, S.Hut, MP (Materi tentang Sistem TPTI), Dr. H. Siruru, S.Hut, MP (Materi tentang Industri Pengolahan Hasil Hutan).

Hari Kedua dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting menghadirkan pembicara Kepala Dinas Kehutanan Prov. Maluku (Materi Tentang Pengelolaan Hutan Alam di Prov. Maluku), Kepala Balai Taman Nasional Manusela (Materi tentang Profil TN. Manusela), dan Kepala UPTD KPH Kabupaten Buru (Materi tentang Profil KPH Kabupaten Buru).

Pada Semester Genap Tahun 2021-2022, Mahasiswa Jurusan Kehutanan UNPATTI yang mengikuti Praktek Umum berjumlah 48 mahasiswa yang seluruhnya berasal dari angkatan 2019. Selanjutnya mahasiswa akan dibagi menjadi 7 kelompok dan melaksanakan Praktek Umum selama 1 bulan pada lokasi; Balai Taman Nasional Manusela (Resort Sasarata dan Masihulan), PT Waenibe Wood Industry (WWI), PT. Gema Hutani Lestari (GHL), PT Nusa Fadma Corporation, Perusahaan Daerah Panca Karya dan UPTD KPH Buru.Semoga seluruh tahapan pembekalan dan Pelaksanaan Praktek Umum Mahasiswa Jurusan Kehutanan UNPATTI dapat berjalan dengan baik

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Untuk Keperluan Penelitian dan Pengembangan

Bertempat di ruang rapat Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Maluku, diadakan pertemuan antara Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian UNPATTI bersama pihak BKSDA Maluku terkait Penetapan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus pada Kawasan Konservasi yang dikelola oleh BKSDA. Pertemuan yang dilaksanakan merupakan tindaklanjut terhadap pengusulan KHDTK yang telah disepakati sebelumnya bersama Dirjen KSDAE RI yang pada beberapa waktu lalu mengunjungi Jurusan Kehutanan UNPATTI dalam rangka Kuliah Umum dan Penanaman Pohon.

Perlu diketahui bahwa, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) adalah kawasan hutan yang ditetapkan untuk keperluan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan serta kepentingan religi dan budaya setempat, sesuai dengan amanat UU No. 41 tahun 1999 dengan tanpa mengubah fungsi kawasan dimaksud. KHDTK diatur melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P15/2018.

Pokok-pokok substansi yang penting dalam peraturan menteri ini di antara adalah:Pertama , KHDTK ditetapkan untuk kepentingan a) penelitian dan pengembangan kehutanan; b) pendidikan dan latihan kehutanan; atau c) religi dan budaya setempat. Pelaksanaan kegiatan KHDTK litbang kehutanan meliputi kegiatan a) penelitian dasar; b) penelitian terapan; c) penelitian kebijakan; dan/atau d) pengembangan eksperimental.KHDTK pendidikan dan latihan kehutanan meliputi kegiatan a) pendidikan dan latihan teknis kehutanan; dan/atau b) pendidikan dan latihan kehutanan.

Pelaksanaan Kegiatan Religi dan Budaya setempat meliputi kegiatan yang menjaga, memelihara dan memelihara fungsi Religi dan Budaya sesuai dengan sejarah perkembangan masyarakat dan kelembagaan.Hasil dari pertemuan ini, disepakati pihak Kehutanan UNPATTI akan mengkaji ulang kawasan-kawasan yang telah dikelola oleh BKSDA Maluku untuk menjadi KHDTK yang sesuai dengan tujuan yang di ajukan. Hasil kajian ini nantinya dituangkan kedalam proposal yang akan diajukan ke Direktur Jenderal KSDAE.

Sumber : Tim Media BKSDA & Kehutanan UNPATTI

Sosialisasi Jurusan Kehutanan UNPATTI Kepada Siswa SMA Negeri 1 Ambon

Kegiatan Sosialisasi Jurusan Kehutanan Universitas Pattimura berlangsung pada Senin, 29 Maret 2022.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ambon, Jl. Raya Pattimura No. 28 Ambon. 

Tim Sosialisasi Jurusan Kehutanan terdiri dari Dr. M. Tjoa, Shut, MP selaku Ketua Jurusan Kehutanan dan Dr. H. Lelloltery, Shut, MP (Kaprodi Ilmu Kehutanan) dan Dr. D. V. Pattimahu, SHut, MSi (Kaprodi Ilmu Lingkungan), F. Soselisa, SHut, MSc, Dr. F. Latumahina, SHut, MP.

Tim Sosialisasi Jurusan Kehutanan disambut oleh Kepala Sekolah Drs. A.R. Tahalele, MPd dan Wakasek Urusan HubMas Dra. N. Romuty, MSi, Wali Kelas XII IPA 1 Ibu L. Wemay, SPd, MPd, kegiatan ini berlangsung di aula SMA Negeri 1 dan dihadiri sekitar 50 siswa Jurusan IPA.

Presentasi dilakukan secara langsung dan oral melalui leaflet yang langsung dibagikan kepada semua siswa yang hadir. Antusiasme dan ketertarikan terhadap Jurusan Kehutanan terlihat dari diskusi yang tercipta, bahkan ada siswa yang langsung menyatakan tertarik untuk menjadi bagian dari Jurusan Kehutanan.

Kegiatan Sosialisasi Prodi Ilmu Lingkungan kepada SMA Negeri Lurang, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kegiatan sosialisasi dengan SMA Negeri Lurang di Kecamatan Wetar Utara Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan oleh tim sosialisasi Jurusan kehutanan Prodi Ilmu Lingkungan dalam rangka memperkenalkan prodi ilmu lingkungan kepada siswa siswi kelas 12.

Kegiatan ini dalam bentuk pembagian brosur di sekolah, yang langsung diterima oleh kepala sekolah.

Dr. Jusmy Putuhena, MSi. bersama Kepala Sekolah SMA Negeri Lurang

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada hari rabu 30 maret 2022.

Tim sosialisasi diterima oleh pihak sekolah dan di sambut baik kegiatan sosialisasi ini, karena selama ini belum pernah dilakukan oleh pihak prodi manapun. Pihak sekolah berharap kiranya kegiatan seperti ini selalu dilakukan oleh pihak Universitas Pattimura dalam rangka memperkenalkan prodi prodi yang ada di Unpatti, sehingga lulusan SMA bisa dengan tepat memilih prodi apa yang ingin ditujukan.

Pentingnya prodi Ilmu lingkungan dalam mendukung lingkungan lestari di Wetar Utara, karena di Wetar Utara terdapat Perusahan Tambang Tembaga.